7zip

7zip

7-Zip adalah software kompresi dengan tingkat rasio yang tinggi. Dengan lisensi Opensource dan bisa berjalan di platform windows dan linux.

Kemampuan mengompress dan mengekstrak beragam jenis kompresi dipadu dengan lisensi GPL membuat 7zip layak untuk dipertimbangkan

Fitur utama 7Zip antara lain:

  • Kompresi dengan 7z format dan mendukung LZMA compression
  • Mendukung kompresi dan ekstraksi dengan format: 7z, ZIP, GZIP, BZIP2 and TAR
  • Bisa mengekstrak : ARJ, CAB, CHM, CPIO, DEB, DMG, HFS, ISO, LZH, LZMA, MSI, NSIS, RAR, RPM, UDF, WIM, XAR and Z.
  • Rasio kompresi untuk ZIP dan GZIP : 2-10 % lebih baik dibanding PKZip and WinZip
  • Enkripsi AES-256 untuk format 7z dan ZIP
  • Self-extracting untuk format 7z
  • Integration with Windows Shell
  • Powerful File Manager
  • Powerful command line version
  • Plugin for FAR Manager
  • Lokalisasi 74 bahasa

Website : http://www.7-zip.org/

Link download versi windows

Link download versi linux

Comments

Target Perangkat Lunak “Open Source” 2010

Pemerintah Kota Surabaya menargetkan seluruh komputer di seluruh satuan kerja perangkat daerah serentak menggunakan aplikasi perangkat lunak open source. Penggunaan perangkat lunak itu diharapkan dapat mengefektifkan alokasi anggaran Pemerintah Kota Surabaya untuk membeli lisensi aplikasi perangkat lunak tahunan.

“Sebelumnya, pemerintah kerap mengeluarkan Rp 5 miliar setiap dua tahun untuk membeli lisensi asli aplikasi komputer. Tetapi dengan produk open source, dana itu bisa dihapuskan,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Surabaya Chalid Buhari di Surabaya, Selasa (28/7).

Chalid menjelaskan, penggunaan aplikasi berlisensi atau biasa disebut propietary application memang dilakukan cukup satu kali untuk lisensi selama 50 tahun ke depan. Namun, pembelian lisensi aplikasi dimentahkan kembali bila pada tahun berikutnya terdapat pembaruan produk.

“Propietary product lisensinya hanya berlaku untuk satu komputer saja. Bila ada 5.000 perangkat komputer, harus ada 5.000 lisensi. Bila tahun depan aplikasinya diperbarui, lisensi harus dibeli kembali,” kata Ketua Asosiasi Linux User Indonesia Aryo Nugroho.

Ini mengakibatkan pemborosan anggaran Pemkot Surabaya di bidang teknologi informasi. Padahal, di sisi lain terdapat aplikasi open source yang tidak diperlukan pembelian lisensi sama sekali. Itu sebabnya Wali Kota Surabaya Bambang DH menargetkan penggunaan aplikasi open source secara serentak di lingkungan Pemkot Surabaya pada 2010. “Pasti ada kendala-kendala tersendiri seperti masalah mengubah kebiasaan pegawai, misalnya mengganti penggunaan Microsoft Office menjadi Open Office,” kata Bambang DH.

Namun, ia berharap kendala itu bisa diatasi dengan banyaknya pelatihan yang diberikan kepada seluruh pegawai Pemkot Surabaya. Februari 2009, kata Bambang, puluhan pegawai di lingkungan pemkot telah diberikan pelatihan terkait penggunaan aplikasi open source itu.

Penggunaan aplikasi itu, lanjut Bambang, dilakukan di Surabaya sebagai proyek percontohan. (DEE)

sumber : Kompas.com Rabu 29 Juli 2009

Comments

Program magang dan beasiswa untuk SMK

Dalam rangka meningkatkan ragam skillset bagi siswa SMK, skripta menawarkan kesempatan untuk “magang” dan mendapatkan beasiswa dengan cara menulis buku TI untuk pemula, materi yang ditulis seputar aplikasi-aplikasi praktis yang sering digunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Mengapa kata magang kita beri tanda kutip ? karena dalam praktiknya, siswa tidak harus on location di kantor skripta, mereka bisa melaksanakan kegiatan sehari-hari di sekolah sambil menulis buku. Target penyelesaian buku kurang lebin 1 bulan. Dan setiap judul yang kami setujui dan selesai ditulis, kami akan memberikan kompensasi berupa beasiswa kepada siswa yang bisa menyelesaikannya.

Untuk model kerjasama, kami masih mengacu pada model sekolah menulis gratis ! yang kami kembangkan, untuk melihat detail programnya, silakan klik disini

Comments

Open Source bisa Hemat Miliaran Rupiah

Sejumlah perusahaan mampu menghemat hingga miliaran rupiah dengan menggunakan perangkat lunak (software) open source (OS). “Dengan OS, kita bisa menghemat 500 dollar AS untuk tiap terminal Personal Computer (PC) yang menjalankan fungsi office,” kata pemilik perusahaan penerbitan dan percetakan Dian Rakyat Group Mario Alisjahbana pada Seminar Nasional Pengguna Open Source Software dan IGOS Center, di Jakarta, Rabu (22/7). Sedangkan untuk tiap PC workstation untuk fungsi grafis bisa dihemat US$1.500-3.000,” ujar putra Sutan Takdir Alisjahbana itu. “Bayangkan jika sebuah perusahaan mempunyai 300 komputer, berapa bisa dihemat? Apa lagi biaya itu harus dikeluarkan hampir tiap tahun karena selalu ada upgrade, seperti misalnya dari Windows Vista ke Windows7,” katanya. Sebagai perusahaan penerbitan dan percetakan, ujarnya, software yang dibutuhkan adalah sistem operasi, manajemen dan akuntansi, pengolahan teks, pengolahan foto dan gambar serta software desain dan pracetak. Ia juga membantah pernyataan bahwa software OS masih terbatas dan mutunya lebih rendah dari software berlisensi (proprietari). Pihaknya, lanjut dia, menggunakan software open source pengolah foto Gimp yang sekelas dengan Adobe Photoshop demikian pula dengan software pengolah gambar, desain, serta pengatur tata letak yang juga berbasis OS. Sementara itu, Kepala Divisi Information Technology Samudra Indonesia Group Denny Ganjar, mengatakan, dengan menggunakan software open source pihaknya bisa menghemat biaya pembelian software sampai Rp6 miliar. “Menghemat sampai Rp6 miliar dengan kemampuan yang sama saja dengan kalau kita menggunakan software proprietari yang total biayanya sampai Rp18 miliar,” katanya dengan bangga telah sukses bermigrasi ke OS. Sedangkan Asisten Deputi Urusan Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Kementerian Ristek Kemal Prihatman mengatakan, Surat Edaran telah dikeluarkan Men-PAN pada Maret 2009 tentang penggunaan software OS untuk menggantikan software ilegal, dan harus sudah diimplementasi seluruhnya pada 2011. “Sejak keluar SE itu mulai banyak instansi pemerintah yang aktif mencari tahu tentang software OS. Sudah ada sekitar 60-an pemkot/pemkab yang datang kepada kami mencari tahu dan meminta penjelasan bagaimana bermigrasi ke OS, belum termasuk yang mendatangi Depkominfo,” katanya. Ia mencontohkan Pemkot Surabaya yang mengajukan diri untuk bermigrasi. “Mereka akan mulai dengan sosialisasi, pelatihan, membuat lingkungan mendukung, baru kemudian bermigrasi. Prosesnya bertahap,” katanya. (Ant/OL-7)

Sumber : MediaIndonesia.com tanggal 23 Juli 2009

Comments

Mohon maaf

Mohon maaf karena kesalahan kami, seluruh database web kami terhapus, web kami akan siap dalam beberapa hari lagi

Comments